Lintas Berita :
------------------------------------------------------------------------------

Terbaru

Pemilihan Bendesa Adat Desa Pakraman Galiukir

, 12 Januari 2015

Dalam pemilihan Bendesa Adat Desa Pakraman Galiukir Periode 2015-2020 yang dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2015 di ikuti oleh 3 calon yang telah ditetapkan oleh Panitia sesuai persyaratan. Mekanisme dan tata cara  pemilihan adalah menggunakan surat suara yang dimasukkan dalam kotak suara masing-masing calon dalam ruang tertutup. Pemilih adalah KK krama Desa Pakraman dengan 1 hak suara dan boleh diwakilkan oleh anggota "KK" krama Desa Pakraman dengan batasan umur minimal 17 tahun.

Jumlah pemilih yang memberikan suara sebanyak 403 suara dari jumlah pemilih yang terdaftar 550 hak suara termasuk yang tinggal diluar Desa Pakraman Galiukir. Pemilihan berlangsung tertib dan aman yang dimulai dari pukul 7.30 wita dan penghitungan suara dilaksanakan pukul 13.00 wita.

Hasil perolehan suara masing-masing calon :
No urut 1. I Made Sulantra dengan perolehan suara 227 suara
No urut 2. I Ketut Sukanaya (pejabat lama)  dengan perolehan suara 66 suara
No urut 3. I Ketut Wisnu Adi Putra  dengan perolehan suara 110 suara

Dengan demikian jabatan Bendesa Pakraman Galiukir periode 2015-2020 di pegang oleh I Made Sulantra. Pelantikan direncanakan akan dilaksakan pada tanggal 3 Pebruari 2015 setelah pemilhan staf dan pemilihan Kelian Banjar Adat di masing-masing banjar adat.



Manggis

, 07 April 2013

Pengembangan komoditas manggis (Garcinia mangostona L) di wilayah Galiukir sudah sejak lama, terlihat tidak sedikit pohon manggis yang besar dan sudah tua tetap masih menghasilkan. Wilayah Galiukir m
erupakan dataran rendah dengan ketinggian 600 m yang cocok untuk bertanam manggis. Tanaman Manggis mulai dibudidayakan dengan penanaman teratur sejak tahun 1999 sampai sekarang. Pengembangan manggis sebagian besar dilakukan secara tradisional pada lahan kebun yang didukung dengan sumber daya manusia, permodalan, serta penguasaan teknologi pasca panen yang masih sangat rendah, Tetapi buah yang dihasilkan tetap memiliki mutu standar ekspor, ini kemungkinan kondisi cuaca dan kandungan unsur tanah yang sesuai.

Periode panen buah manggis di wilayah Galiukir terjadi pergeseran dari tahun-tahun sebelumnya. Dari tahun 2012 sampai sekarang panen manggis terjadi pada bulan Januari sampai April, sedangkan di tahun sebelumnya panen biasanya dari bulan September sampai bulan Desember.

Dari lahan kebun yang terbentang diwilayah Galiukir rata-rata 20% adalah pohon manggis. Baik pohon yang sudah menghasilkan dan yang belum menghasilkan. Produksi rata-rata manggis pertahun sejak lima tahun terakhir mencapai 300 ton per tahun. Kemungkinan ditahun berikutnya produksi akan meningkat karena adanya tanaman manggis yang baru menghasilkan.

Pemasaran buah manggis ditingkat petani masih di tengkulak-tengkulak apakah untuk ekspor ataupun pasar lokal. Karena belum ada investor yang datang langsung ke petani di wilayah Galiukir.



Ceroring

, 06 April 2013

Dok. MG-Pohon Ceroring
Ceroring dalam bahasa Inggris disebut Langsat, Nama latinnya L. domesticum var. domesticum.  Kebanyakan memiliki pohon yang lebih kurus, berdaun kurang lebat yang berwarna hijau tua, dengan percabangan tegak. Tandan buahnya panjang, padat berisi 15–25 butir buah yang berbentuk bulat telur dan besar-besar. Buah Ceroring berkulit tipis dan selalu bergetah (putih) sekalipun telah masak. Daging buahnya banyak berair, rasanya manis dan menyegarkan. Ceroring tidak bisa bertahan lama setelah dipetik apalagi buahnya lepas dari tangkai. Dalam tiga hari setelah dipetik, kulit ceroring akan menghitam, sekalipun itu tidak merusak rasa manisnya. Hanya saja tampilannya menjadi tidak menarik. Masa panen ceroring tidak menentu tergantung cuaca, biasanya dua tahun sekali. Musim Buah ceroring biasanya bulan Pebruari sampai bulan April.

Populasi pohon Ceroring di wilayah Galiukir masih sedikit, hanya ditanam sebagai tanaman pagar, bukan sebagai tanaman pokok. 



Ngurek

, 05 April 2013



Ngurek merupakan salah satu rangkaian proses Pujawali di Desa Pakraman Galiukir



Meboros

, 03 April 2013


Meboros merupakan salah satu budaya lokal di Desa Pakraman Galiukir yang masih dilestarikan sampai saat ini. Kegiatan ini dilakukan dalam rangkaian Pujawali di Kahyangan Batur dan Dayang Sari yang dilaksanakan setiap tahun sekali.


Dalam prosesi Meboros dikoordinir oleh masing-masing ketua yang disebut "Patus". Patus ini bekerja sesuai dengan tugasnya. Patus Jaring adalah orang yang mengkoordinir anggotanya dalam penentuan lokasi strategis dan teknik pemasangan jaring. Patus Jarag adalah orang yang mengkoordinir anggota (krama banjar) dalam hal stregi penyerangan.

Sebelum berangkat ke hutan antara Patus Jaring dan Patus Jarag ini melakukan diskusi koordinasi untuk menentukan lokasi berburu, posisi jaring dan arah pergerakan. Setelah pada keputusan Patus jaring dengan kru-nya berangkat ke hutan dan Patus Jarag menuntun warga ke lokasi yang telah disepakati. Teriakan panjang tiga kali adalah sebagai tanda bahwa Jaring sudah terpasang dan siap untuk melakukan penyisiran dan penyergapan. Mendengar tanda tersebut Patus Jarag memerintahkan anggota untuk memulai menyisir hutan untuk melakukan penyergapan dan menuntun objek menuju arah lokasi jaring.

Tujuan Meboros adalah untuk mendapatkan seekor Kijang yang merupakan salah satu sarana upacara di kahyangan Dayang (Pura Subak). Bagian dari kijang yang digunakan sebagai pelengkap upakara adalah kotorannya yang masih ada dalam perut kijang (Tai nguda)  dicampur dengan bubur. Bubur ini dipoleskan di salah satu tumbuhan di kebun masing-masing. Ini diyakini sebagai lambang kesuburan.




Pujawali Kahyangan Dalem bertepatan Nyepi

, 12 Maret 2013

Pujawali yang jatuh pada Anggarakasih Julungwangi tanggal 12 Maret 2013 adalah bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Berdasar pada paruman Desa Pakraman dan kesepakatan masyarakat, pujawali akan tetap dilaksanakan. 

Pelaksanaan pada saatnya memang akan tidak sepertri biasanya, prosesi pujawali akan dilaksanakan  pada pagi hari Selasa mulai dari jam 4 sampai jam 6 pagi. Hal ini dimaksudkan untuk tetap bisa melaksanakan tapa brata penyepian dan pujawali tetap berjalan. 

Shooting Joged dihiasi "Kerauhan"

, 16 Januari 2013

Rekaman video joged dokumenter  yang dilaksanakan  ISI jogjakarta pada Hari Minggu malam di Balai Masyarakat Galiukir, yang dipimpin oleh Rektor ISI Jogjakarta adalah penelitian yang bertujuan  untuk memperlihatkan Joged Bumbung di Bali yang masih utuh/murni tanpa kolaborasi musik lain.

Dalam acara tersebut diwarnai dengan beberapa penonton “kerauhan”. Kejadian ini diawali saat salah satu penari joged "kerauhan" setelah menari, kemudian diikuti 3 orang penonton serentak berteriak memasuki panggung sambil berguling-guling. Penonton lain berhamburan keluar balai masyarakat, suasana agak kacau. Dari pihak penyelanggara shooting kelihatan terkejut atas kejadian itu.

Beberapa saat kemudian suasana mulai tenang setelah orang yang kerauhan tersebut di beri kesempatan untuk menari diiringi gambelan joged atas pintanya. Menurut pengurus sekaa joged hal ini disebabkan karena tidak melaksanakan “atur piuning” di Kahyangan Dalem. Karena diyakini bahwa segala bentuk hiburan dan tarian di naungi oleh Ida Bathara di Kahyangan Dalem. 

Samsung Galaxy S III Mini, dengan Android 4.1.2 Jelly Bean

, 03 Januari 2013

Samsung Galaxy S III Mini diberitakan pada awal tahun 2013, Januari ini akan sambangi ke pasar Asia, salah satunya Indonesia. Dan menariknya lagi,  Samsung Galaxy S III Mini yang hadir di pasar tanah air, disebutkan bakal disematkan OS Android 4.1.2 Jelly Bean. Tak hanya Indonesia, yang akan mendapatkan Galaxy S III mini preinstal Android 4.1.2 yakni Vietnam.

Pada versi OS terbaru ini, pihak Samsung mengklaim bahwa terdapat fitur khusus didalamnya yaitu Premium Suite. Artinya akan dikemas bersama fitur atraktif baru seperti Page Buddy, Multi Window, Paper Artist, Group Cast, Smart Rotation, panel notifikasi kustom, aplikasi Gallery baru dan beberapa lainnya.


Sekadar mengingatkan, Samsung Galaxy SIII mini ini resmi perkenalkan ke publik pada Oktober tahun lalu. Galaxy S III Mini hadir dengan fitur dibawah Samsung Galaxy S III, namun tampil dalam bentukkan masih sama persis dengannya, meski hadir dalam bodi yang lebih kecil.  Beratnya 111,5 gram, dengan dimensi bodi 121,6 x 63 x 9,9 mm.

Samsung Galaxy S III mini memiliki layar Super AMOLED berukuran 4 inci (WVGA), HSPA, Wi-Fi 802.11, DLNA, NFC, kamera belakang 5MP, kamera depan VGA, memori RAM 1GB, prosesor NovaThor U8420 dual-core 1GHz, memori internal 8GB / 16GB, dan dukungan kartu MicroSD.

Belum ada informasi mengenai harga dari Samsung Galaxy S III mini di pasar Indonesia. Jadi, kita tunggu saja perkembangan infonya. (Tabloid Pulsa)

Pembangunan Gedung Serba Guna

, 01 Januari 2013

Pembangunan Gedung Serbaguna dengan dimensi 10 m x 20 m ini dibangun di lapangan Desa Pakraman dengan posisi disebelah tenggara. Tujuan pembangunan Gedung tersebut adalah untuk sarana kegiatan olah raga, rapat masyarakat, serta kegiatan masyarakat ataupun adat lainnya. 


Gedung ini dibangun dengan tinggi tiang kolom 6m dan akan ditembok di seluruh sisi dinding dengan tinggi 5 m. Atap yang digunakan adalah atap rangka baja ringan.

Rencana pembangunan gedung ini dilaksanakan secara bertahap dikarenakan kurangnya biaya.


Gede (MG)

Jelang Galungan Harga Pisang Melambung

, 21 Agustus 2012


MG-Pisang merupakan kebutuhan utama yang paling dicari umat Hindu di Bali pada setiap perayaan keagamaan. Mengingat  pisang termasuk unsur wajib yang harus ada dalam setiap upacara keagamaan. Peningkatan permintaan atas pisang biasanya mengalami lonjakan luar biasa ketika hari raya tiba. 

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan harga pisang di Galiukir mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan yaitu menyentuh Rp. 150.000 - 200.000 per 200 biji di tingkat petani,  yang sebelumnya hanya Rp. 20.000 - 50.000 per 200 biji.

Hal ini adalah hal yang sudah biasa terjadi tiap 6 bulan sekali menjelang Galungan, namun tahun ini adalah harga tertinggi yang pernah terjadi. 


Jembatan Yeh Haa

, 14 Agustus 2012


Jembatan  Yeh Haa
MG-Jembatan ini merupakan salah satu jembatan yang melintasi Sungai Haa sebagai penghubung antara Dusun Galiukir dan Dusun Kebonjero. Pembangunan jembatan ini dicetuskan oleh masyarakat Galiukir yang memiliki kebun di seberang Sungai Haa. Dana pembangunan jembatan ini merupakan dana swadaya murni masyarakat.

Dengan adanya Jembatan ini akses Galiukir –Kebonjero menjadi sangat lancar  walaupun hanya bisa dilintasi sepeda motor.  Hal ini dikarenakan ukuran lebar jembatan ini hanya 1,5 meter. Sedangkan ukuran badan jalan sudah memadai untuk kendaraan roda empat. Kondisi jalan yang dirabat beton dengan sistem rel ini sangat mendukung kelancaran tranportasi, meski pada saat musim hujan. Jalan ini adalah merupakan jalan aternatif bagi pengguna sepeda motor, karena jarak menuju Kebonjero jauh lebih dekat yaitu sekitar 3 km dibanding melalui jalur Pupuan dengan jarak sepanjang 30 km. 

@copyright 2012

Kebakaran Diduga akibat Arus Pendek Listrik

, 29 Juni 2012

MG-Pasca kebakaran
MG - Kebakaran melanda rumah milik I Putu Danu Dusun Galiukir Kaja, Desa Kebonpadangan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Jumat (29/6/2012) sekitar pukul 12.00 wita. 

Kebakaran ini diduga karena arus pendek listrik. Meski tidak ada korban jiwa, namun se-isi ruang kamar hangus terbakar. Api diduga berasal dari Saklar yang terbakar karena arus litrik, yang kemudian membakar gorden yang ada disebelahnya dan merembet ke almari buku dan spring bad, selanjutnya ke seluruh isi ruangan. 

Api belum sempat merembet ke kerangka atap, keburu warga sebelah melihat asap dan berteriak minta tolong.

Kebakaran ini bisa diatasi setelah sejumlah warga menyiramnya dengan air yang kebetulan ada di bak air dekat lokasi kejadian.  



Pengerasan Jalan Lingkungan “Puseh-Legit”

, 26 Juni 2012


MG-Pelaksanaan Peningkatan mutu jalan Lingkungan Puseh-Legit dengan Rabat Beton ini bersumber dari dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) tahun 2012 sebesar Rp. 112.905.000,-  

Jalan Lingkungan yang berlokasi di Dusun Galiukir Kaja ini memiliki panjang 1040 meter dirabat beton dengan lebar 150 cm serta penyenderan tepi sungai sepanjang 52 meter di dua titik. Pelaksanaan kegiatan ini ditargetkan akan rampung bulan Agustus mendatang dengan pengerjaan selama tiga bulan.

Jalan lingkungan Puseh-Legit merupakan jalan penghubung antara Jalan Raya Galiukir dengan  jalan lingkar dimana kondisi jalan tersebut pada musim hujan senantiasa becek dan sulit dilalui. Melalui PNPM MPd ini keinginan masyarakat akan jalan yang bagus bisa terealisasi, sehingga sangat membantu dalam memperlancar arus tranportasi terutama pada musim panen.

Ular Phyton ditemukan di Sabih

, 11 Juni 2012

MG-Ular Phyton dengan panjang 3 meter ini ditemukan saat I Made Gita Kara dan I Putu Wiarta hendak memancing di wilayah Sabih sekitar jam 8 malam waktu setempat (11/06/2012). Ditengah perjalanannya kedua orang ini melihat ular yang kepalanya sedang berendam di tepi sungai . Karena I Made Gita Kara yang memang punya pengalaman dengan ular, langsung saja ular tersebut ditangkapnya, namun karena terlalu besar terpaksa ular tersebut dipotong dibagian kepala untuk mempermudah membawanya.

Sampai di depan Balai Masyarakat Galiukir, warga banyak yang datang untuk melihat ular tersebut. Bahkan ada warga yang ingin mengalungkannya, namun tak sedikit juga yang merinding melihatnya.

Memang sebelumnya di kawasan Sabih ini juga pernah ditemukan Ular Phyton yang sama besarnya, namun tidak berhasil ditangkap.


Getah Pepaya Atasi Kanker

, 20 Mei 2012

Setiap bagian dari tumbuhan pepaya memiliki khasiat. Bahkan, getah pepaya yang terdapat di seluruh bagian tanaman, mulai dari buah, daun, batang, sampai akarnya, bersifat antitumor dan kanker. Ini karena lebih dari 50 asam amino yang terdapat di dalamnya. 

Buah pepaya memiliki kadar serat yang tinggi. Itu sebabnya saat mengalami sulit buang air besar, pepaya adalah buah yang pas untuk dikonsumsi.  Tentu, khasiat pepaya tak hanya pada buahnya saja.
 Akar kering pepaya dicampur dengan bawang putih untuk mengatasi gejala cacingan pada anak. 

Manfaat daun papaya juga untuk menambah nafsu makan . Hasilnya lumayan, berkat ramuan daun pepaya segar seukuran telapak tangan, sedikit garam, dan air hangat setengah cangkir yang kemudian diblender dan disaring guna diambil airnya untuk diminumkan, menambah nafsu makan.     

Kandungan Papain 
Buah, daun, dan akar papaya memang dapat dimanfaatkan mencegah gangguan ginjal, sakit kandung kemih, tekanan darah tinggi, dan gangguan haid. Sementara biji pepaya bermanfaat mengobati cacing gelang, gangguan pencernaan, masuk angin, dan diare.
 

Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pada tumbuhan pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (
white milky latex) yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker. Manfaat getah pepaya untuk kesehatan dibuktikan Bouchut secara ilmiah, seperti dikutip Journal Society of Biology, yang menyatakan papain bersifat antitumor atau kanker. 

Peran itu dimungkinkan oleh kandungan senyawa karpain, alkaloid bercincin laktonat dengan tujuh kelompok rantai metilen. Dengan konfigurasi itu, tak hanya tumor dan penyakit kulit yang disembuhkan, karpain ternyata juga ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan, sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus.

Lebih dari 50 asam amino terkandung dalam getah pepaya, antara lain asam aspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, valine, isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lysin, arginin, tritophan, dan sistein. Mereka bersatu padu menjadi bahan baku industri kosmetik untuk menghaluskan kulit, menguatkan jaringan agar lebih kenyal, dan menjaga gigi dari timbunan plak.

Selama ini getah pepaya yang terdapat pada daun memang lebih dimanfaatkan untuk pengempukan daging dengan cara membungkus daging mentah dengan daun tersebut selama beberapa jam dalam suhu kamar. Selain itu, daun pepaya dapat langsung digosok-gosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.
 

Bentuk Kemasan
Di beberapa daerah, daging dimasak langsung bersama daun dan buah pepaya mentah untuk mendapatkan daging yang lunak dan mudah dicerna. Saat ini, getah yang terdapat dalam daun dan buah pepaya mentah diekstrak untuk dimanfaatkan sebagai bahan campuran pengempuk daging secara komersial. Tepung getah pepaya sebagai pengempuk daging banyak dijual dalam bentuk kemasan di super market atau di toko bahan kimia.

Penggunaan getah tersebut bisa dengan penyuntikan secara langsung pada ternak setengah jam sebelum disembelih agar dagingnya lebih lunak. Enzim papain akan menghidrolisis kolagen dalam daging, sehingga bentuknya menjadi kendur dan daging akan lebih empuk. Enzim papain inilah yang merombak protein (kolagen) menjadi beberapa bagian.
 

Dalam buku Taman Obat Keluarga edisi III terbitan Departemen Kesehatan disebutkan, pepaya termasuk tanaman yang cepat tumbuh dan berbuah banyak. Di daerah tropis, pembuahan pertama dapat berlangsung kurang dari satu tahun dan kemudian berbuah sepanjang tahun. Jumlah buah bisa mencapai 50-150 per pohon setahun.
 

Jika selama ini Anda termasuk penggemar buah pepaya, tentu sepakat bahwa manfaat dan nilai gizinya bagi kesehatan sangatlah besar. Tidak sekadar memiliki serat tinggi, pepaya juga mengandung berbagai jenis enzim, vitamin, dan mineral. Malah kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, dan vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks dan vitamin E.

Hebatnya lagi, kandungan enzim papain dalam buah pepaya berfungsi mempercepat proses pencernaan protein. Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah, tetapi hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri.
 

Meramu Idola Sepanjang Musim
Karena mudah dipelihara dan tidak mengenal musim, harga pepaya memang jauh lebih murah dibandingkan dengan buah lain. Meski harganya murah, manfaat yang dikandungnya ternyata sangatlah besar. Bahkan, setiap bagian tanaman, mulai dari biji, buah, daun, hingga getahnya, dapat dimanfaatkan untuk beragam keluhan. Tak heran, pepaya bisa disebut sebagai buah idola sepanjang musim.
 

Berikut beberapa contoh meramunya.

Biji
-    Mengunyah satu sendok teh biji pepaya mentah dalam kondisi perut masih kosong setiap hari dapat mencegah dan membasmi cacing serta parasit lainnya. Biji pepaya ini dapat dipergunakan dalam keadaan basah maupun kering. Jika rasanya terlalu kuat, bisa dicampur dengan kurma atau madu. Bisa saja biji pepaya ini diblender dan dicampur dengan sedikit air, baru diminum. Sebagai program antiparasit, makanlah biji pepaya ini setiap hari selama seminggu, selanjutnya diulang dua minggu kemudian.
-    Cara lainnya, ambil biji pepaya kering berupa serbuk 10 gram. Serbuk ini dididihkan bersama air 150 ml, sampai diperoleh larutan 75 ml setelah disaring. Hasil ini bisa diminum sekaligus dua jam sebelum makan malam.
 
Akar
-    Untuk obat cacing, gunakan akar pepaya kering 10 gram, bawang putih 1 gram, dan air 100 ml. Bahan dipotong-potong, kemudian dididihkan dengan air selama 15 menit, baru disaring. Bila perlu, tambahkan air matang sehingga diperoleh hasil saringan 75 ml.
-    Sebagai minuman penyegar, ambil dua potong akar dan satu lembar daun pepaya. Kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian direbus dengan satu liter air sampai mendidih, lalu saring. Bila perlu, campurkan madu atau jahe agar rasanya lebih segar.
-    Untuk mencegah risiko batu ginjal, ambil tiga potong akar pepaya, kemudian rebus dengan satu liter air sampai mendidih, kemudian saring. Setelah dingin, campur dengan sedikit madu, lalu minum.
Getah
-    Untuk obat luka bakar maupun gatal-gatal di kulit (sebagai obat luar). Oleskan getah dari buah pepaya yang masih muda. Agar tidak terjadi infeksi, bersihkan dulu kulit sebelum diolesi.
-    Sebagai pelunak daging, daun pepaya dapat langsung digosok-gosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging tersebut dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.

Daun
-    Sebagai pengontrol tekanan darah, ambil 5 lembar daun pepaya, rebus dengan 1/2 liter air hingga tinggal tiga perempatnya. Dinginkan sebelum diminum. Jika perlu, tambahkan gula merah atau madu agar terasa lebih manis sebelum diminum layaknya teh.
 
-    Untuk obat demam berdarah, campur 5 lembar daun pepaya, temulawak, meniran secukupnya, dan gula merah. Rebus hingga masak untuk kemudian didinginkan sebelum siap diminum.
-    Obat nyeri perut saat haid, ambil 1 lembar daun pepaya, buah asam, dan garam secukupnya. Rebus hingga masak untuk kemudian dinginkan dan diminum dalam satu gelas.
Buah mentah
-    Untuk memperlancar ASI, mengatasi sembelit, gangguan haid, maupun gangguan lambung, manfaatkan buah pepaya sebagai bahan dasar sayuran. Sayuran buah pepaya ini biasanya dimasak seperti halnya membuat sayur lodeh. Sebagai selingan, dapat dicampur dengan daging atau tempe. Jangan lupa, sebelum memasak, cuci buah untuk membersihkan kotoran dan mengurangi getahnya.
Buah masak
-    Untuk meningkatkan asupan serat yang membantu menjaga organ pencernaan sekaligus memperlancar BAB. Dapat dimakan langsung atau dibuat jus dengan dicampur buah lain serta ditambah madu atau gula.


sumber : sehatnews.com

 
Kontak Kami | Tentang Kami | Sitemap
Copyright © 2013. Media Galiukir - All Rights Reserved

© Email : galiukir-blog@hotmail.com